Chapter yang terlewat
Entah mengapa pagi ini aku terbangun dengan perasaaan yang tidak menentu. Aku telah melewati beberapa Chapter. Chapter yang tidak aku ungkapkan dimanapun. Entah apa alasannya. Lelah yang berkepanjangan. Skeptical. Entahlah alasan yang mana yang benar. Yang aku tahu, pagi ini aku ingin sekali berlari sekencang-kencangnya. Dan kemanakah kijang berlari ketika ia ingin bersembunyi.
Aku melewati Chapter Mr. Beardy. Bukan siapa-siapa. Tapi tak urung namanya tersebut-sebut dalam beberapa hari belakangan ini. Maybe kangen. Maybe just curious. Maybe karena aku ingin bercerita kalau aku akan menikah dan menjadi Mrs. Someguy. Tidak ada flirty lagi, tidak ada dinner berdua di tempat yang romantis lagi, juga tidak ada nonton sambil bercanda mesra lagi. Dan tidak ada harapan akan pelukan dan ciuman yang tertunda, tidak ada senyum simpul itu lagi, dan aku akan merindukannya. Benar-benar merindukan itu.
